Berikanlahpengantar tes atau petunjuk pengerjaan tes 13. Setiap item hanya memiliki satu skill yang akan diukur 14. Konsultasikan dengan pakar bahasa dan ilmu terkait untuk meyakinkan bahwa Butir soal pilihan ganda adalah butir soal yang alternatif jawabannya lebih dari dua, biasanya berkisar antara 4 atau 5 alternatif jawaban. Ada dua
Tothe point, berikut ini Panduan Tutorial Cara Membuat Soal Online dengan Google Form 2020. Terdapat dua cara membuat soal online: Soal diketik manual atau copy paste dari soal yang sudah ada, sehingga pilihan ganda juga diketik manual. Soal dan pilihan ganda di screenshoot, sehingga guru tidak perlu mengeti manual.
Maka manfaatkan waktu dengan baik selama pengerjaan soal. SOAL PILIHAN GANDA (Bisa Diakses Mulai Jam 09.00 WIB) Soal Pilihan Ganda - UTS MUMKM 2021. Quiz. Opened: Wednesday, 20 October 2021, 9:00 AM. Closed: Wednesday, 20 October 2021, 9:40 AM. Restricted Not available unless any of: You belong to Kelas E20.
SoalPilihan Ganda PETUNJUK 1 Pilihlah jawaban yang. Khoyr media august 13 2020 at 7 45 am. 20191120 PETUNJUK UMUM PENGERJAAN SOAL USBN Berikut ini 10 Petunjuk Umum Pengerjaan Soal USBN petunjuk ini ditujukan agar proses pelaksanaan ujian USBN Ujian sekolah Berstandard Nasional dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya dan tidak ada
I Soal Pilihan Ganda. Petunjuk: Pilih salah satu jawaban yang benar . PETUNJUK UMUM 1. Sebelum mengerjakan soal ujian, telitilah jumlah dan nomer halaman yang terdapat pada naskah ujian. 2. Tulislah nomer peserta saudara pada lembar jawaban di tempat yang disediakan, sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh petugas. 3. Bacalah dengan cermat
BAHASAINGGRIS. Hari/Tanggal Pelaksanaan : Senin/15 Maret 2021. Soal PTS 2021 terdiri dari 4 ragam bentuk soal, diantaranya : Pilihan Ganda. Pilihan Ganda Kompleks. Isian Singkat. Benar dan Salah. Petunjuk Pengerjaan : Pilihan Ganda = Pilih salah satu jawaban benar diantara 5 pilihan jawaban yang diberikan.
Toppetunjuk umum mengerjakan soal pilihan ganda. Tips mengerjakan soal pilihan ganda⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️download aplikasi pahamify sekarang!bikin belajar di rumah jadi makin . Kaidah penulisan soal adalah pedoman atau petunjuk di dalam penulisan soal, agar soal mampu menjaring informasi yang dibutuhkan dan dapat .
Berupates dengan jawaban pilihan atau isian, baik. Pada halaman pertama buku tes terdapat petunjuk cara pengerjaan dan contoh soal. Source: soalkimia.com. Berupa tes dengan jawaban pilihan atau isian, baik. Soal Soal Tajwid Pilihan Ganda / Lengkap 40 Contoh Soal Uts Al Quran Hadits Kelas 6 Sd Mi Dan Kunci Jawabnya Terbaru Bospedia / Contoh
Petunjukmengerjakan soal pilihan ganda online. Kemudian siswa mulai membuka file soal docm dan mulai mengerjakan soal dengan menekan tombol mulai mengerjakan terlebih dahulu lalu mengisi form identitas siswa. Silakan isi kelas dengan angka dan huruf tanpa spasi contoh 6a. Anda dapat memilih jawaban yang menurut anda paling benar.
Untukinipun, pilihan soal tetap harus lebih hati-hati dirumuskan. Memberi Waktu yang Cukup Untuk menjawab soal-soal essay yang notabene digunakan guru untuk mengukur keterampilan-keterampilan berpikir tingkat tinggi, maka siswa perlu diberikan waktu yang cukup untuk berpikir dan menuliskan jawabannya. Batas waktu mengejakan soal tentu selalu ada.
J. Kali ini JS (Jawaban-Solusi) akan membahas "Petunjuk Pengerjaan Soal" yang sering digunakan pada seleksi resmi seperti SBMPTN, SIMAK UI, dan lain-lain. Dan pada umumnya petunjuk pengerjaan soal ini tidak dituliskan di atas atau di bawah soal, jadi kalian yang menjadi peserta seleksi sebaiknya menghafalkan petunjuk pengerjaan soal
Apalagikalau bukan, pengerjaan soal. Nah, ternyata selain terdiri atas banyak mata pelajaran, pilihan ganda adalah model soal "termudah" karena jawaban benar sudah pasti hanya ada satu dari lima pilihan yang tersedia. Salah satu trik mengerjakannya adalah dengan mengeliminasi opsi jawaban hingga menyisakan satu opsi yang paling relevan
Petunjukpengerjaan soal . Soal pilihan ganda (15 soal) (30 %): kerjakan semua soal dengan menjawab salah satu pilihan yang disediakan Untuk setiap jawaban yang benar nilainya 2 poin, dan jawaban salah 0 (nol). Soal uraian (4 soal) (70 %): Kerjakan salah satu kasus sesuai dengan ketentuan dibawah ini. Nilai maksimal untuk setiap kasus adalah 70
Petunjukb berisi soal terdiri dari 3 elemen. Pernyataan sebab dan alasan tersusun secara berurutan. Source: barucontohsoal.blogspot.com. Contoh soal sebab akibat pilihan ganda. Contoh soal psikotes kemampuan verbal ini meliputi sinonim (persamaan kata), antonim (lawan kata), analogi dan korelasi makna. Source: cermin-dunia.github.io
PilihanGanda Kompleks. Pilihan ganda kompleks adalah bentuk soal dengan memilih jawaban yang tepat lebih dari satu pilihan jawaban yang benar. Artinya, jika terdapat satu soal dan memiliki 5 butir pilihan jawaban, maka siswa dapat memilih minimal 2 jawaban yang tepat. Nah, sesuai pengalaman, masih saja ada siswa yang memilih satu jawaban benar.
mJto. Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 091826 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d81f70ac9fdb73a • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Uploaded byputri 0% found this document useful 0 votes1K views1 pageDescriptionpetunjukOriginal TitlePETUNJUK SOALCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes1K views1 pagePetunjuk SoalOriginal TitlePETUNJUK SOALUploaded byputri DescriptionpetunjukFull descriptionJump to Page You are on page 1of 1Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Contoh Petunjuk Umum Pengerjaan SOAL UJIANSebelum mengerjakan soal ujian, sebaiknya siswa membaca petunjuk pengerjaan soal ujian agar selama melaksanakan ujian dapat berjalan lancar dan hasil ujian dapat di proses menjadi nilai sesuai dengan prosedur yang ada. Oleh karena itu perlu mengetahui dan membaca petunjuk umum pengerjaan soal ujian dengan Lembar Jawaban Komputer dan Manual seperti berikut ini PETUNJUK UMUM PENGERJAAN SOAL 1. Berdo’alah sebelum mengerjakan! 2. Isi identitas anda pada Lembar jawaban Ujian Sekolah Berstanndar Nasional LJUSBN yang tersedia menggunakan pensil 2B. 3. Jagalah LJUSBN agar tidak rusak, sobek, ataupun terlipat. 4. Jumlah soal sebanyak 45 butir dengan 40 Empat Puluh pilihan ganda dan 5 Lima uraian. 5. Periksa dan bacalah setiap butir soal dengan seksama sebelum anda Laporkan kepada pengawas ujian bila ada lembar yang kurang jelas, rusak, atau tidak Pilih jawaban yang anda anggap paling benar. 8. Periksa kembali pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada pengawas ujian. 9. Lembar soal tidak boleh dicoret-coret. 10. Apabila ada jawaban yangn dianggap salah, maka hapuslah jawaban yang salah tersebut sampai bersih, kemudian hitamkanlah pada kotak huruf jawaban lain yang anda anggap benar CONTOH LJUS MANUALPETUNJUK UMUM PENGERJAAN SOAL Berdo’alah sebelum mulai mengerjakan! Isi identitasmu pada Lembar jawaban Ujian Sekolah LJUS yang tersedia. Jagalah LJUS agar tidak rusak, sobek, ataupun terlipat. Jumlah soal sebanyak 40 butir dengan 30 Tiga Puluh pilihan ganda, 5 Isian, dan 5 Lima dan bacalah setiap butir soal dengan seksama sebelum menjawab soal. Laporkan kepada pengawas ujian bila ada lembar yang kurang jelas, rusak, atau tidak jawaban yang dianggap paling benar. Periksa kembali pekerjaanmu sebelum diserahkan kepada pengawas ujian. Lembar soal tidak boleh dicoret-coret. Apabila ada jawaban yang dianggap salah, maka beri tanda sama dengan = pada jawaban salah tersebut, kemudian beri tanda silang pada kotak huruf jawaban lain yang dianggap diatas adalah salah satu contoh petunjuk umum pengerjaan soal ujian Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sedangkan untuk mata pelajaran yang lain misalnya matematika, bahasa inggris, dan lain lainya dapat menyesuaikan, misalnya dalam hal waktu, dalam hal jumlah soal dan sebagainya. Semoga bermanfaat
A. Pendahuluan Sesuai dengan permendikbud No 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional untuk tahun 2020 ini tidak ada lagi Ujian Sekolah Berstandar Nasional USBN. Namun ujian yang ada hanya ujian diselenggarakan oleh satuan pendidikan dengan biasanya kita sebut dengan Ujian Sekolah US. Ujian sekolah ini mempunyai tantangan tersendiri bagi sekolah atau guru di satuan pendidikan masing-masing. Artinya diminta kreativitas sekolah atau guru dalam mengelola dan melaksanakan ujian sekolah ini. Pada pasal 5 Permendikbud no 43 ini menyebutkan bentuk ujian dapat berupa portofolio, penugasan, tes tertulis dan/atau bentuk lainnya. Bentuk lain ini lah yang menuntut kreativitas sekolah atau guru dalam melaksanakan bentuk dan jenis ujian yang bisa dilakukan. Bentuk ujian lain ini bisa saja berupa kerja nyata siswa di masyarakat, melaksanakan projek/penelitian sederhana, ujian praktek tentang pengusaaan sikap/keterampilan yang berkaitan dengan keagamaan, atau lainnya sesuai dengan keunggulan sekolah masing-masing. Selain bentuk ujian yang bisa dikembangkan waktu pelaksanaan bentuk ujian tersebut bisa juga dilaksanakan pada semester ganjil dan/atau semester genap pada akhir jenjang. Artinya satuan pendidikan bisa mulai melaksanakan bentuk penilaian nya di semester ganjil atau semester 5 tanpa menunggu semester 6. Hal ini juga menuntut sekolah dan guru perlu merencanakan ujian sekolah pada awal tahun pelajaran berlangsung. Agar soal yang disiapkan oleh setiap guru menghasilkan bahan ulangan/ujian yang sahih dan handal, maka harus dilakukan langkah-langkah berikut, yaitu 1 menentukan tujuan tes, 2 menentukan kompetensi yang akan diujikan, 3 menentukan materi yang diujikan, 4 menetapkan penyebaran butir soal berdasarkan kompetensi, materi, dan bentuk penilaiannya tes tertulis bentuk pilihan ganda, uraian; dan tes praktik, 5 menyusun kisi-kisinya, 6 menulis butir soal, 7 memvalidasi butir soal atau menelaah secara kualitatif, 8 merakit soal menjadi perangkat tes, 9 menyusun pedoman penskorannya 10 uji coba butir soal, 11 analisis butir soal secara kuantitatif dari data empirik hasil uji coba, dan 12 perbaikan soal berdasarkan hasil analisis kuantitatif seperti yang digambarkan pada gambar di bawah ini. Namun untuk tulisan ini penulis masih membahas bentuk ujian sekolah tersebut masih berupa bentuk tes tertulis. Tulisan ini juga dilengkapi dengan pembahasan tes secara umum, menentukan materi/IPK yang akan dibuat butir soalnya, cara membuat indikator soal yang baik, cara menyusun butir soal yang baik termasuk soal HOTS, cara melakukan analisis kualitatif, dan analisis kuantitatif. Pada bagian akhir tulisan terdapat bahan-bahan yang di unduh seperti bahan presentasi pembuatan butir soal, format kisi-kisi, aplikasi analisis kualitatif, aplikasi kuantitatif, dan aplikasi Kartan untuk membuat kisi-kisi sekalian kartu soal dan soalnya sekaliagus. Mudah-mudahan bermanfaat. B. Pengertian Instrumen Tes Secara harfiah kata tes berasal dari bahasa Perancis kuno yaitu testum artinya piring untuk menyisihkan logam-logam mulia yang sangat tinggi nilainya. Dalam bahasa Inggris ditulis dengan test yang diterjemahakan ke dalam bahasa Indonesia berarti tes, ujian atau percobaan dan dalam bahasa Arab berarti imtihan. Sedangkan secara istilah test adalah alat atau prosedur yang digunakan dalam rangka pengukuran dan penilaian. Tes adalah alat untuk memperoleh data tentang perilaku individu Allen dan Yen, 19791. Karena itu, di dalam tes terdapat sekumpulan pertanyaan yang harus dijawab atau tugas yang akan memberikan informasi mengenai aspek psikologis tertentu sampel perilaku berdasarkan jawaban yang diberikan individu yang dikenai tes tersebut Anastari,198222. Tester artinya orang yang melaksanakan tes, pembuat tes atau eksperimentor adalah orang yang sedang melakukan percobaan, testee adalah pihak yang sedang dikenai tes atau pihak yang sedang dikenai percobaan peserta tes. Tes ialah sejumlah pertanyaan yang diberikan untuk dijawab. Sedangkan pengukuran lebih luas dari tes. Adapun evaluasi mencakup tes dan pengukuran yaitu proses pengumpulan informasi untuk membuat penilaian, yang kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan. Sedangkan berdasarkan Permendikbud No 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional mendefenisikan Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu Satuan Pendidikan. C. Cara Pemilihan Materi/KD/IPK Ujian Sekolah Penentuan materi/KD/IPK yang akan dibuat soalnya dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip UKRK Urgensi, Kontinuitas, Relevansi, dan Keterpakaian. Hal ini perlu dilakukan supaya soal yang dibuat memang sudah diseleksi dengan baik. Kriteria tersebut antara lain 1 Urgensi, yaitu materi secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh peserta didik; 2 Kontinuitas, yaitu materi lanjutan yang merupakan pendalaman dari satu atau lebih materi yang sudah dipelajari sebelumnya; 3 Relevansi, yaitu materi yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami, mata pelajaran lain; 4 Keterpakaian, yaitu materi yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehariÂ-hari. Untuk soal ujian sekolah penyeleksian berdasarkan kriteria UKRK ini perlu dilakukan agar tidak terlalu banyak butir soal yang diujikan sehingga tujuan penilaian akan tercapai. D. Penentuan dan Penyebaran Soal Sebelum menyusun kisi-kisi dan butir soal perlu ditentukan jumlah soal setiap kompetensi dasar dan penyebaran soalnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh penilaian akhir semester berikut ini. Contoh penyebaran butir soal untuk penilaian akhir semester ganjil No Kompetensi Dasar Materi Jumlah soal tes tulis Jumlah soal Praktik PG Uraian 1 ............ ........... 6 - - 2 ............ ........... 3 1 - 3 ............ ........... 4 - 1 4 ............ ........... 5 1 - 5 ............ ........... 8 1 - 6 ............ ........... 6 - 1 7 ........... ........... - 2 - 8 .......... ........... 8 - - Jumlah soal 40 5 2 E. Cara Membuat Kisi-Kisi Soal Kisi – kisi merupakan suatu perencanaan dan gambaran sebaran butir pada tiap–tiap kompetensi dasar yang juga didasarkan pada kriteria dan persyaratan tertentu. Penyusunan kisi – kisi digunakan untuk menentukan sampel tes yang baik, dalam arti mencakup keseluruhan materi dan kompetensi dasar secara proporsional serta berkeadilan. Di samping itu juga tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal. Oleh karena itu, sebelum menyusun butir – butir tes sebaiknya kisi – kisi dibuat terlebih dahulu sebagai pedoman dalam memuat jumlah butir yang harus dibuat untuk setiap bentuk butir, materi, tingkat kesukaran serta untuk setiap aspek kemampuan yang hendak diukur. Kisi-kisi dapat berbentuk format atau matriks seperti contoh berikut ini. Keterangan Isi pada kolom 2, 3. 4, dan 5 adalah harus sesuai dengan pernyataan yang ada di dalam silabus/kurikulum. Penulis kisi-kisi tidak diperkenankan mengarang sendiri, kecuali pada kolom 6. Kisi-kisi yang baik harus memenuhi persyaratan berikut ini. 1. Kisi-kisi harus dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proporsional. 2. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami. 3. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya. 4. Jenis dan bentuk tes meliputi tes lisan, tertulis bentuk uraian, pilihan ganda, jawaban singkat, isian, menjodohkan, benar-salah, dan tes perbuatan yang meliputi kinerja performance, penugasan project dan hasil karya product. F. Perumusan Indikator Soal Indikator dalam kisi-kisi merupakan pedoman dalam merumuskan soal yang dikehendaki. Kegiatan perumusan indikator soal merupakan bagian dari kegiatan penyusunan kisi-kisi. Untuk merumuskan indikator dengan tepat, guru harus memperhatikan materi yang akan diujikan, indikator pembelajaran, kompetensi dasar, dan standar kompetensi. Indikator yang baik dirumuskan secara singkat dan jelas. Syarat indikator yang baik 1. Menggunakan kata kerja operasional perilaku khusus yang tepat, 2. Menggunakan satu kata kerja operasional untuk soal objektif, dan satu atau lebih kata kerja operasional untuk soal uraian/tes perbuatan, 3. Dapat dibuatkan soal atau pengecohnya untuk soal pilihan ganda. Penulisan indikator yang lengkap mencakup A = audience peserta didik , B = behaviour perilaku yang harus ditampilkan, C = condition kondisi yang diberikan, dan D = degree tingkatan yang diharapkan. Ada dua model penulisan indikator. Model pertama adalah menempatkan kondisinya di awal kalimat. Model pertama ini digunakan untuk soal yang disertai dengan dasar pernyataan stimulus, misalnya berupa sebuah kalimat, paragraf, gambar, denah, grafik, kasus, atau lainnya, sedangkan model yang kedua adalah menempatkan peserta didik dan perilaku yang harus ditampilkan di awal kalimat. Model pertama ini biasanya juga digunakan untuk soal yang tingkat berpikirnya tinggi HOTS. Model yang kedua ini digunakan untuk soal yang tidak disertai dengan dasar pertanyaan stimulus. Soal HOTS Higher Order Thinkings Skill meminta siswa untuk memahami fakta, menyimpulkan fakta, menghubungkan fakta dengan fakta atau konsep lain, menganalisis fakta, menyatukan fakta untuk membentuk hal baru, dan meggunakan fakta untuk memecahkan masalah. Tingkat berpikir dari soal HOTS dimulai dari C4 ke atas. Contoh model pertama untuk soal menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Indikator Diperdengarkan sebuah pernyataan pendek dengan topik "belajar mandiri", peserta didik dapat menentukan dengan tepat pernyataan yang sama artinya. Soal Soal dibacakan atau diperdengarkan hanya satu kali, kemudian peserta didik memilih dengan tepat satu pernyataan yang sama artinya. Soalnya adalah "Hari harus masuk kelas pukul tetapi dia datang pukul pagi hari." Lembar tes hanya berisi pilihan seperti berikut a. Hari masuk kelas tepat waktu pagi ini. b. Hari masuk kelas terlambat dua jam pagi ini c. Hari masuk Kelas terlambat siang hari ini, d. Hari masuk Kelas terlambat satu jam hari ini e. Hari masuk Kelas terlambat pagi hari ini Kunci d Contoh model kedua Indikator Peserta didik dapat menentukan dengan tepat penulisan tanda baca pada nilai uang. Soal Penulisan nilai uang yang benar adalah .... a. Rp 125,- b. RP 125,00 c. Rp125 d. Rp125. e. Kunci b G. Menulis Butir Soal Langkah selanjutnya dalam mengembangkan tes adalah menulis butir soal. Ada beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan dalam menulis butir soal, antara lain 1. Butir soal yang dibuat harus valid. Artinya, butir tersebut mampu mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 2. Butir soal harus dapat dikerjakan dengan menggunakan satu kemampuan spesifik, tanpa dipengaruhi oleh kemampuan lain yang tidak relevan. Seperti halnya membuat butir soal matematika dengan menggunakan bahasa asing. Jelas antara kemampuan matematika dan bahasa asing merupakan dua kemampuan yang berbeda sama sekali dan tidak bisa disangkutpautkan dalam satu butir soal dalam tes. 3. Butir soal harus memiliki kunci jawaban yang benar. Butir tes yang tidak memiliki jawaban akan sangat menyulitkan siswa, bahkan akan membuang waktu siswa jauh lebih banyak daripada soal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi sekalipun. Butir yang tidak memiliki jawaban yang benar dapat berpengaruh pada mental psikologis siswa, bahkan dapat pula berimbas kepada kurang kredibelnya kegiatan pengukuran yang dilakukan. 4. Butir yang dibuat harus terlebih dahulu dikerjakan atau diselesaikan dengan langkah – langkah lengkap sebelum digunakan pada tes sesungguhnya. Khususnya butir uraian atau essay pada bidang eksakta seperti matematika, fisika dan lainnya langkah – langkah lengkap sangat dibutuhkan dalam pedoman penskoran butir. 5. Hindari kesalahan ketik atau penulisan. Kesalahan penulisan dapat berbeda makna dalam bahasa tertentu, bidang eksakta bahkan bidang sosial sekalipun dan ini akan menimbulkan perbedaan arah butir. Oleh karena itu, dibutuhkan pengeditan yang teliti dan presisi. 6. Tetapkan sejak awal aspek kemampuan yang hendak diukur untuk setiap butir yang akan dibuat. Aspek kemampuan dapat mengacu pada ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan atau dapat pula mengacu pada salah satu aspek di masing–masing ranah tersebut seperti pemahaman dalam ranah pengetahuan atau melakukan duplikasi dalam ranah keterampilan. 7. Berikan petunjuk pengerjaan soal secara lengkap dan jelas. Petunjuk pengerjaan soal selain dituliskan di awal soal atau kelompok soal, hendaknya juga disosialisasikan terlebih dahulu kepada siswa dengan cara dibacakan sebelum tes berlangsung. a. Penulisan Soal Pilihan Ganda Menulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan keterampilan dan ketelitian. Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan, serta panjang-pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. Untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda, perlu mengikuti langkah-langkah seperti 1 menuliskan pokok soalnya; 2 langkah kedua menuliskan kunci jawabannya; 3 langkah ketiga menuliskan pengecohnya. Untuk memudahkan pengelolaan, perbaikan, dan perkembangan soal, maka soal ditulis di dalam format kartu soal. Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. Adapun formatnya seperti berikut ini. KARTU SOAL Jenis Sekolah ………………………………. Penyusun 1. Mata Pelajaran ………………………………. 2. Bahan Kls/Smt ………………………………. 3. Bentuk Soal ………………………………. Tahun Ajaran ………………………………. Aspek yang diukur ………………………………. KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI NO SOAL KUNCI INDIKATOR SOAL KETERANGAN SOAL NO DIGUNAKAN UNTUK TANGGAL JUMLAH SISWA TK DP PROPORSI PEMILIH KET. A B C D E OMT Soalnya mencakup 1 dasar pertanyaan/stimulus bila ada, 2 pokok soal stem, 3 pilihan jawaban yang terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh. Perhatikan contoh berikut! Kaidah penulisan soal pilihan ganda adalah 1 materi soal harus sesuai dengan indikator, pengecoh harus bertungsi, setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar, materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas; 2 konstruksi a pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas, b rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja, c pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar, d pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda, e pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi, f panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama, g pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah" atau "Semua pilihan jawaban di atas benar", h pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis, i gambar, grafik, tabel, diagram, wacana, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi, j rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti sebaiknya, umumnya, kadang-kadang, k butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya; 3 bahasa/budaya a setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia; b bahasa yang digunakan harus komunikatif;c pilihan jawaban jangan yang mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Soal Bentuk Uraian Menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian, yaitu menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yang diukur yang digunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya. Hal yang paling sulit dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. Penulis soal harus dapat merumuskan setepat-tepatnya pedoman penskorannya karena kelemahan bentuk soal uraian terletak pada tingkat subyektivitas penskorannya. Berdasarkan metode penskorannya, bentuk uraian diklasifikasikan menjadi dua, yaitu uraian objektif dan uraian non-objektif. Bentuk uraian objektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus benar - salah atau 1 - 0. Bentuk uraian non-objektif adalah suatu soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik, sehingga penskorannya sukar untuk dilakukan secara objektif. Untuk mengurangi tingkat kesubjektifan dalam pemberian skor ini, maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala. Contoh misalnya perilaku yang diukur adalah "kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan", maka skala yang disusun disesuaikan dengan tingkatan kemampuan peserta didik yang akan diuji. Agar soal yang disusun bermutu baik, maka penulis soal harus memperhatikan kaidah penulisannya. Untuk memudahkan pengelolaan, perbaikan, dan pengembangan soal, maka soal ditulis di dalam format kartu soal Setiap satu soal dan pedoman penskorannya ditulis di dalam satu format. Contoh format soal bentuk uraian dan format penskorannya adalah seperti berikut ini. KARTU SOAL Jenis Sekolah ……………………............ Penyusun ........................................... Mata Pelajaran ……………………........... Bahan Kls/Smt ……………………............ Bentuk Soal ……………………............ Tahun Ajaran ………………………. Aspek yang diukur ……………………............ KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI NO SOAL INDIKATOR SOAL KETERANGAN SOAL NO DIGUNAKAN UNTUK TANGGAL JUMLAH SISWA TK DP PROPORSI PEMILIH ASPEK KET. A B C D E OMT FORMAT PEDOMAN PENSKORAN NO SOAL KUNCI/KRITERIA JAWABAN SKOR Bentuk soalnya terdiri dari 1 dasar pertanyaan/stimulus bila ada/diperlukan, 2 pertanyaan, dan 3 pedoman penskoran. Kaidah penulisan soal uraian seperti berikutÂ. 1 Materi a Soal harus sesuai dengan indikator. b Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan. c Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan peugukuran. d Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas. 2 Konstruksi a Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai. b Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal. c Setiap soal harus ada pedoman penskorannya. d Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas, terbaca, dan berfungsi. 3 Bahasa a Rumusan kalimat soal harus komunikatif. b Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar baku. c Tidak menimbulkan penafsiran ganda. d Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu. e Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan peserta didik
petunjuk pengerjaan soal pilihan ganda